Kamis, 28 Maret 2013

Isu-Isu Seputar BPR dan Evolusi BPR untuk E-Business

1. Pengertian BPR :
BPR atau Reengineering Proses Bisnis secara umum didefinisikan sebagai pemikiran ulang
secara fundamental dan mendesain ulang proses bisnis untuk meraih perbaikan dramatis
dalam ukuran performansi yang kritis seperti ongkos, servis dan kecepatan (Hammer dan
Champy, 1993). Kunci dari definisi diatas adalah fundamental, radikal dan dramatis, yang
membedakan reenginering dari metode perbaikan yang lain (continous improvement dan
benchmarking). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kertas
bersih.

2. FIRST AND SECOND WAVES OF BPR
Gelombang Pertama :
- Ruang Lingkup, Kesuksesan dan State of BPR
- Metodologi BPR dan Teknologi Informasi
- Masalah-masalah dalam BPR
Gelombang Kedua :
- BPR dan Supply Chain Management (SCM)
- BPR dan Knowledge Management (KM)
- BPR dan Web Enabled e-Business

3. Evolusi BPR :



















4. Web-enabled e-Business dan Gelombang ke-2 BPR :
BPR untuk e-Business mendesain ulang baik perusahaan dan proses penawaran di Internet, yaitu ciri-cirinya:
~Urgensi akan meningkat.
~Perubahan model bisnis.
~Peluang untuk info.
~Ubiquity akan meningkat.
~Proses pelaksanaan BPR akan berubah untuk mengambil keuntungan dari Internet.

5. Empat Tahap Evolusi E-business
Tahap Inform
Pada tahap awal ini, yang biasanya terjadi adalah adanya unit-unit kecil di dalam perusahaan yang mulai mencoba membangun program-program kecil (software) berbasis internet. Contohnya adalah pengembangan homepage yang menampilkan profil organisasi di internet, atau membangun website yang isinya adalah produk-produk dan jasa-jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya, atau sebuah situs yang berisi berita-berita mutakhir di bidang tertentu yang berkaitan dengan tugas sebuah unit perusahaan, dan lain-lain.

Tahap Automate
Tahap berikutnya adalah mencoba untuk mengintegrasikan beberapa unit di dalam perusahaan yang masing-masing telah mengimplementasikan konsep kecil e-business. Yang menjadi dasar penggabungan modul-modul ini biasanya adalah sebuah rangkaian proses yang saling berhubungan. Contohnya adalah proses pengajuan anggaran dari masing-masing unit ke divisi keuangan. Melalui aplikasi atau modul situs yang lebih dinamis (berbasis database), setiap unit memasukkan rencana anggarannya ke dalam sebuah aplikasi dan bagian keuangan secara otomatis menerima konsolidasi anggaran dari seluruh unit yang ada di perusahaan.

Tahap Integrate
Tahap selanjutnya dari pengembangan aplikasi e-business adalah mengintegrasikan proses bisnis perusahaan dengan perusahaan atau entiti-entiti lain yang ada di luar perusahaan. Bedanya dengan automate yang lebih menekankan pada target efektivitas, pada integrate tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan dan mengembangkan kinerja perusahaannya secara signifikan. Level integritas proses bisnis antara perusahaan dengan pihak luar pada tahapan ini sangat tinggi; bahkan tidak jarang dibutuhkan suatu manajemen integrasi proses bisnis yang online dan real-time. Contoh yang kerap dipakai untuk mengilustrasikan tahap ini adalah aplikasi “package delivery tracking” yang dimiliki Federal Express maupun DHL yang memungkinkan pelanggan melalui komputernya (internet) melacak status pengiriman paketnya (yang bersangkutan dapat mengetahui posisi terkini dari paket yang dimaksud).

Tahap Reinvent
Tahap terakhir di dalam evolusi dapat secara efektif diimplementasikan jika ada perubahan paradigma mendasar dari manajemen perusahaan, terutama yang berkaitan dengan cara mereka melihat bisnis yang ada. Tahap ini dinamakan sebagai “reinvent” karena perusahaan yang telah memiliki pengalaman sukses menerapkan konsep e-business pada tiga tahap sebelumnya ditantang untuk mendefinisikan ulang mekanisme dan model bisnisnya dengan berpedoman pada peluang-peluang usaha baru yang ditawarkan oleh e-business. Lihatlah bagaimana perusahaan retail dan distribusi merubah total bisnisnya menjadi penyedia jasa informasi (portal) sehubungan dengan consumer products yang ditawarkan, atau perusahaan pembuat perangkat lunak aplikasi internet yang meredifinisikan ulang usahanya menjadi perusahaan outsourcing di bidang Customer Relationship Management, atau perusahaan penjual buku-buku asing yang berubah menjadi perusahaan penterjemah bahasa-bahasa asing, dan lain sebagainya.

6. Pemicu dan Target Proses BPR:
~Pemicu:
Ketidakpuasan pelanggan / tekanan kompetitif
Biaya yang tinggi / keuntungan berkurang
Panjang siklus waktu
~Target proses :
-Sangat terstruktur
-Mudah didukung oleh IT
-Langsung berdampak pada pelanggan.


7. Kesalahan Dalam Business Process Reengineering

Implementasi BPR yang menghasilkan perubahan dramatis dalam proses bisnis bisa memiliki resiko kegagalan yang tinggi. Resiko ini timbul karena dalam implementasi BPR seringkali perusahaan melakukan beberapa kesalahan sebagai berikut :

1. Reengineering too many processes
Karena ingin meniru keberhasilan perusahaan lain dalam melakukan BPR, maka perusahaan melakukan BPR pada banyak proses sekaligus. Kurangnya fokus pada satu proses dan munculnya masalah-masalah yang tidak diperkirakan sebelumnya akan mengakibatkan kekacauan, yang akhirnya membuat perusahaan terjebak dan tidak mendapatkan ide yang inovatif dan perbaikan yang besar. Analisa mendetil yang telah dilakukan sebelum proses reengineering menjadi sia-sia dan perusahaan akhirnya gagal dalam proses reengineering.
2. Delay in showing result
Hammer dan Stanton menyatakan, “Sejak anda mulai memikirkan proses sampai anda mendapatkan benefitnya untuk dipertunjukan, seharusnya semua itu tidak lebih dari 12 bulan.” Hal ini tidak berarti bahwa seluruh proses telah selesai, melainkan untuk menunjukan perkembangan yang terjadi dan menuju ke level yang lebih tinggi. Keterlambatan menunjukan hasil dapat memberikan kesan bahwa implementasi BPR itu gagal. Karena itu penting untuk semua pihak yang terkait dalam proses reengineering (CEO, leader, process owners, dan reengineering team) untuk menjaga motivasi dan tidak terlepas dari proses reengineeringdengan menunjukan sukses yang dicapai.
3. Discontinuance after achievement
Perusahaan cenderung tidak melanjutkan proses reengineering saat mereka sudah mencapai benchmark yang diinginkan. Padahal seharusnya perusahaan menerapkan ide Kaizen, yaitu fokus pada continuous improvement (seperti tahapan-tahapan BPR di atas yang merupakan siklus yang berkelanjutan). Karena itu adalah tugas dari leader untuk memotivasi dan memastikan improvementselanjutnya, meskipun perusahaan sudah mencapai goal-nya.



8. Solusi : BPR harus dilakukan dengan cara yang benar
Untuk menghindari kesalahan yang dapat mengakibatkan kegagalan dalam implementasi BPR, maka sebaiknya BPR dilakukan dengan beberapa syarat/kondisi sebagai berikut :
1. BPR dipersiapkan dengan strategic planning, dimana IT menjadi penunjang utama dan terintegrasi dengan proses reengineering sejak awal.
2. BPR harus bersumber dari perusahaan sendiri, bukan berasal dari grup atau konsultan diluar perusahaan. 
3. BPR harus didukung oleh Top Executives perusahaan.
4. BPR harus memiliki timetable, dimana idelnya adalah antara 3 sampai 6 bulan.
5. BPR tidak menghilangkan corporate culture dan harus menekankan pada komunikasi dan feedback yang konsisten.
Dengan demikian, perusahaan yang melakukan BPR akan mendapatkan perubahan yang dramatis dalam performance biaya, kualitas, service dan kecepatan-nya. 

Sumber :
-Slide BinusMaya
-Google






Senin, 07 Januari 2013

Smart Card

Kemajuan teknologi saat ini membuat kita harus berpikir lebih untuk memanfaatkan semua fasilitas yang telah disediakan dan atau menciptakan yang lebih baik dari yang telah ada. Pesatnya penggunaan internet saat ini dapat kita manfaatkan untuk lahan berbisnis yang  subur, atau yang disebut dengan e-Commerce.

Masih banyak nya kendala-kendala yang muncul membuat orang terkadang kurang tertarik untuk berbelanja ataupun membeli melalui e-Commerce.
Beberapa kendalanya:
1.Kurangnya kepercayaan konsumen.
2.Pembayaran yang sulit dilakukan misalnya, menggunakan bank hanya senin- jumat (bagi yang tidak memiliki ATM), atau lokasi ATM yang jauh dari rumah.
3.Kesulitan memperoleh informasi tentang ongkos kirim.

Smart terdiri dari beberapa jenis :
1. Memory cards, jenis ini berfungsi untuk menyimpan data, tidak memiliki processor atau sistem keamanan yang canggih hanya memiliki perlindungan fisik.
2. Memory protected cards, jenis ini mempunyai sistem keamanan yang lebih canggih daripada memory cards, misalnya adanya password untuk mengakses smartcard.
 3. Microprocessor cards, jenis ini memiliki processor sehingga dapat melakukan komputasi walaupun terbatas,misalnya mengorganisasikan file yang dilindungi password.
4. Java cards, jenis ini dilengkapi Java Virtual Machine sehingga dapat berbagai program dimasukkan kedalamnya.
5. Public key cards, jenis ini mendukung public key cryptography (kriptografi asimetris) jadi proses enkripsi/dekripsi dapat dilakukan secara internal dan dapat menyimpan key.

Penggunaan smartcard pada transaksi E-Commerce adalah sebagai berikut:
Pada saat pembeli melakukan tranksaksi di sebuah situs E-Commerce, ia akan menyerahkan kartu kreditnya kepada penjual(Virtual Point of Sale). Penyerahan kartu kredit tidak dilakukan secara fisik, tetapi melalui smartcard (Virtual/Physical Smart Card). Melalui smartcard pembeli akan mengirimkan informasi tentang kartu kredit yang dibutuhkan oleh penjual, lalu selanjutnya akan dilakukan otorisasi oleh bank (Virtual Acquirer/Payment Gateway) terhadap informasi yang diperoleh penjual, kemudian penjual akan mengirimkan jumlah tranksasi yang dilakukan pembeli kepada bank. Dan oleh pihak bank akan dikeluarkan tagihan bagi kartu kredit pembeli yang kemudian dibayarkan ke pihak penjual. Saat mengiriman informasi kartu kredit dengan smartcard kemanannya sudah terjamin, sebab smart card yang digunakan sudah memiliki Certification Authority (CA) atau pengabsahan digital tertentu, dimana CA ini nantinya akan memeriksa sertifikat digital dimana private key “direkatkan” yang gunanya untuk mendeskripsikan informasi kartu kredit yang dikirimkan pembeli.

Bahkan kini untuk mempermudah transaksi smart card untuk E-Commerce telah tersedia dalam bentuk software yaitu Virtual Smart Card. Dengan virtual smartcard, pembeli tidak perlu mengetikkan nomor kreditnya setiap kali melakukan transaksi, namun hanya tinggal menjalankan software ini, dengan menekan satu tombol tertentu saja.

Keunggulan smart card, antara lain:
kemudahan mengakses data, keamanan menyimpanan data, perlindungan data dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta fleksibilitas untuk dibawa dengan mudah dalam kegiatan sehari-hari.

Keterbatasan smartcard saat ini adalah dalam hal memori, tetapi tidak tertutup kemungkinan daya tampung memory smartcard akan bertambah besar nantinya, sehingga dapat menyimpan dan mengenkripsi data dalam jumlah yang lebih banyak.

Kelebihan smartcard, bagi masyarakat pengguna jasa E-Commerce (pembeli) dengan adanya smartcard sangat menolong saat melakukan transaksi sebab keamanan lebih terjamin. Sedangkan bagi penjual, teknologi smartcard akan meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap situs E-Commerce yang dikelolanya.

Kekurangan smartcard, saat ini masih mahal dan digunakan oleh kalangan tertentu saja, sehingga teknologi ini masihbelum dikenal oleh masyarakat luas.

Contoh Smart Card :
Tampak Depan












Tampak Belakang










Sumber : /http://epolebusiness.wordpress.com/2008/06/04/smart-card-dalam-e-commerce/
http://www.creativesolutionsaward.com/csa2/index.php?o=view/scc__smart_card_e-commerce_

Fungsi dan Tujuan e-Procurement

Di tahun 2012 ini Pemerintah akan mengharuskan seluruh/sebagian pengadaan barang dan jasa diselenggarakan melalui E-Procurement seperti yang tertuang dalam PERPRES 54/2010 Pasal 131 Ayat (1), ini berlaku untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Kementerian, maupun BUMN.

e-Procurement adalah suatu proses pengadaan barang dan jasa secara online melalui internet, proses ini akan menjadi transparan dan dapat mudah diawasi oleh masyarakat sehingga proses pengadaan barang dan jasa Pemerintah akan adil (fair).
Pemilihan penyedia barang dan jasa dengan menggunakan sistem e-Procurement diaplikasikan untuk mewujudkan tujuan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang efektif, efisien, transparan, adil atau tidak diskriminatif dan akuntabel.

Dari arti diatas maka Pengadaan Barang/Jasa milik Pemerintah akan diadakan melalui Electronik mulai dari pengumuman lelang, pendaftaran penyedia, pengiriman biodata perusahaan penyedia, penawaran dan pengumuman pemenang.

Dengan E-Procurement ini diharapkan akan menjadi suatu proses yang akan mempermudah kinerja Panitia, Penyedia maupun Masyarakat pada umumnya, dan meminimalkan Pengadaan Barang/Jasa yang tidak sehat seperti mengitimidasi Panita Pengadaan Barang/Jasa dan berkolusinya panitia dengan penyedia seperti yang sudah atau sering terjadi sebelumnya juga menghindarkan berkumpulnya peserta penyedia dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Fungsi e-Procurement
-  Mewujudkan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa secara lebih nyata
-  Penawaran yang masuk lebih banyak
-  Lebih aman (termasuk jaminan keamanan data)
-  Mengurangi benturan dan hambatan fisik

Fungsi e-Procurement bagi Panitia :
1.  Mendapatkan penawaran yang lebih banyak
2.  Mempermudah proses administrasi
3.  Mempermudah PPK/Panitia Pengadaan dalam mempertanggungjawabkan proses pengadaan

Fungsi e-Procurement Bagi Penyedia :
1.  Menciptakan persaingan usaha yang sehat
2.  Memperluas peluang usaha yang sehat
3.  Membuka kesempatan pelaku usaha
4.  Membuka kesempatan pelaku usaha mengikuti lelang
5.  Mengurangi biaya transportasi untuk mengikuti lelang

Fungsi e-Procurement Bagi Masyarakat :
1.    Memberi kesempatan masyarakat luas untuk mengetahui proses pengadaan.

Saya mengambil contoh pemerintah kota Denpasar melakukan E-procurement, Tujuan yang dicapai oleh Pemerintah Kota Denpasar dengan mengimplementasikan program E-Procurement :
•    meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengadaan barang/jasa pemerintah
•    meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah
•    memudahkan sourcing dalam memperoleh data dan informasi tentang barang/jasa dan penyedia barang/jasa
•    menjamin proses pengadaan barang/jasa pemerintah berjalan lebih cepat dan akurat
•    menjamin persamaan kesempatan, akses dan hak yang sama bagi para pihak pelaku pengadaan barang/jasa
•    menciptakan situasi yang kondusif agar terjadi persaingan yang sehat antar penyedia barang/jasa
•    menciptakan situasi yang kondusif  bagi aparatur pemerintah dan menjamin terselenggaranya komunikasi online untuk mengurangi intensitas pertemuan langsung antara penyedia barang/jasa dengan panitia pengadaan dalam mendukung pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme

Sumber : http://www.detiknas.org/index.php/flagship/c/10/
http://eprocdenpasarkota.wordpress.com/tujuan-dan-manfaat-e-procurement/
tmm999.blogspot.com/2012/03/mengenal-e-procurement.html

Jumat, 21 Desember 2012

E-mall


Elektronic Mall (E-Mall) adalah Pusat Pertokoan Elektronik yang menyediakan fasilitas mirip dengan mall di dunia nyata, pada mall eletronik ini ditampilkan produk-produk dari berbagai toko, dan jika pengunjung mall tersebut tertarik untuk membeli, pada mall elektronik ini juga disediakan berbagai fasilitas sampai termasuk transaksi. Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit dan pengirimin barang melalui pos atau jasa kurir. Dengan kata lain, E-mall adalah web site yang menampilkan katalog elektronik maupun barang-barang lainnya dari beberapa pemasok, dan biaya komisi dari mereka untuk pendapatan penjualan dihasilkan di situs tersebut.

Kelebihan E-mall
Akses luas. Dengan terhubung lewat internet maka dapat mengkses semua barang yang diinginkan yang ditawarkan di internet tersebut serta waktu yang tidak terbatas. Karena pada waktu kapan pun asalkan kita terhubung dengan internet, kita bisa mengaksesnya tanpa ada batasan hari libur atau semacamnya
Hemat. Hemat meliputi hemat waktu, biaya, dan tenaga. Karena dengan E-mall kita sebagai konsumen akan mudah mendapatkan apa yang kita inginkan hanya dengan mengakses internet. Tanpa mencari lokasi toko kita bisa langsung memesan apa yang kita butuhkan.

Kekurangan E-mall
Tidak dapat mengetahui bentuk asli barang secara langsung. Karena yang ditampilkan berupa foto dan detail produk, maka kita tidak mengetahui bentuk asli barang tersebut seperti apa. Waktu pengiriman. Waktu pengiriman tidak selalu tepat waktu.
Keamanan. Karena biasanya pembayaran dilakukan dengan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening tertentu, hal ini bisa dimanfaatkan pihak yang bertanggung jawab untuk menyalahgunakan hal tersebut.

Terdapat 4 jenis e-mall :
1. General stores/malls
General stores/mall merupakan e-mall yang menyediakan berbagai jenis barang, mulai dari barang yang berbentuk misalnya buku, ataupun barang yang tidak berbentuk misalnya program atau software. Contoh dari jenis e-mall ini adalah amazon.com, choicemall.com, shop4.com. Berikut merupakan gambaran sederhana dari amazon.com


2. Specialized stores/malls
Specialized stores merupakan salah satu bentuk e-mall yang menjual suatu lini barang tertentu saja. Contoh dari e-mall ini adalah amazon.com, awalnya amazon.com memulai usahanya dengan hanya menjual buku saja, namun saat ini telah berkembang dan tidak hanya menjual buku saja tetapi sudah mampu menjual berbagai jenis barang. Di Indonesia juga terdapat jenis e-mall ini, contohnya adalah toko Gramedia, seperti kita ketahui Gramedia merupakan salah satu toko buku besar di Indonesia, saat ini Gramedia tidak hanya menjual buku mereka secara manual (melalui cabang-cabang toko) saja tetapi juga melalui media internet. Gramedia memiliki situs sendiri yang berfungsi sebagai e-mall sehingga konsumen dapat melihat buku apa saja yang dijual oleh gramedia, kemudian melakukan transaksi jual-beli. Berikut merupakan tampilan dari situs gramedia.com








3. Regional versus global stores
Regional store merupakan toko yang hanya melayani suatu daerah tertentu saja, contohnya adalahi e-grocers atau penjual furnitur, melayani customer yang berada pada lingkungannya saja contoh lain misalnya parknshop.com hanya melayani hongkong. Berbeda dengan regional strores, global strores bersifat lebih global dalam perdagangannya dan jenisnya dapat berupa General stores ataupun Specialized stores, contoh dari jenis global strores seperti amazan.com choicemall.com, shop4.com.

4. Pure online organizations versus click-and-mortar stores
Pure online organizations merupakan jenis stores yang hanya focus pada aktivitas online saja tanpa menggabungkannya dengan aktivitas offline contoh dari store ini adalah softpedia.com yang merupakan situs yang menjual bermcam-macam software, contoh lain adalah sciencedirect.com yang merupakan situs yang menjual bermacam-macam jurnal secara online.
Clik and mortar stores merupakan salah satu dari bentuk toko yang menggabungkan antara system online dan offline. Contoh dari jenis toko ini adalah wal-mart. Cara kerja toko ini sebagai berikut, konsumen dapat memesan barang yang dibutuhkan melalui media online yaitu internet. Kemudian konsumen mengambil barang tersebut langsung ke toko tersebut ataupun dapat melalui system delivery order. Salah satu keunggulan dari toko ini adalah konsumen dapat melihat barang-barang yang dijual beserta harganya. Di Indonesia jenis toko ini diaplikasi oleh toko buku gramedia.

Sumber :
http://puputchandra.wordpress.com/2009/03/19/e-mall/
http://irwan-prasetya.blogspot.com/2011/01/e-mall.html
 

Perkembangan e-commerce di Indonesia


Saat ini dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan internet di indonesia, telah memiliki dampak yang besar terhadap perubahan bisnis. Yaitu mulai dari cara beriklan, cara jual beli, cara berinteraksi antar manusia, dan sebagainya. Contoh e-commerce di Indonesia yang sudah popular dan memiliki reputasi yang baik adalah seperti www.bhineka.com, www.blibli.com, www.gramedia.com, E-commerce adalah sebuah layanan internet yang dimanfaatkan untuk jual-beli. Dengan ecommerce telah banyak merubah dalam proses jual-beli. Jika dalam suatu jual-beli penjual dan pembeli bertemu, namun jika dengan e-commerce mereka tidak perlu bertemu, mereka berinteraksi dengan melalui internet maupun dengan komunikasi melalui telepon. Dalam proses ini kepercayaanlah yang menjadi modal utama. Karena tanpa kepercayaan kedua belah pihak, maka proses jual-beli e-commerce bisa terjadi dan terlaksana. Namun dengan perkembangan yang semakin pesat, maka banyak toko online / e-commerce bermunculan. Baik mereka dengan memanfaatkan blog, social media, website. Dengan pesatnya ini membuat semakin mudahnya dalam jual beli.

Dalam perkembangannya saat ini dengan banyaknya bermunculan toko online. Sehingga banyak yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan pribadi dengan melakukan penipuan. Pada awal 2010-2011 banyak bermunculan toko online palsu baik melalui website maupun jejaring sosial. Mereka menjanjikan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga normal. Dalam prakteknya biasanya mereka meminta transfer 50% di awal. Dan berjanji akan mengirimkan barangnya segera, akan tetapi esok harinya mereka meminta pelunasan dengan alasan ada masalah di bea cukai ataupun administrasi. Dan berjanji akan mengirimkannya secepatnya. Akan tetapi setelah pelunasan terjadi oleh pihak pembeli. Maka si penjual langsung menon aktifkan no ponsel yang dipakai untuk berhubungan dengan pembeli tadi. Dengan melihat banyaknya kasus di atas maka seharusnya pihak pemerintah melakukan regulasi atau aturan tentang toko online. Hal ini bisa dengan pendaftaran atau pendataan toko online dengan aturan khusus.


Adapun tips untuk agar terhindar dari penipuan atau toko online palsu adalah :
- memastikan dengan mencari info tentang kebenaran web tersebut.
- melakukan testimony di forum maupun mailist tentang toko online tersebut.
- memastikan toko tersebut memiliki reputasi yang baik,termasuk dalam purna jual / garansi.
- jika toko tersebut memiliki fasilitas dari sebuah atau beberapa bank dalam pembayaran, misal klikpay dari bank BCA, atau pembayaran dengan kartu kredit. Maka bisa dipastikan toko tersebut benar dan memiliki reputasi yang baik juga.

Keuntungan dalam transaksi di toko online adalah :
- Pembeli dengan mudah mendapatkan barang tanpa pergi ke toko, dan melakukan penawaran terhadap suatu barang, karena bisa dengan langsung melakukan penawaran harga terhadap suatu barang sebelum terjadi harga yang sesuai dengan kedua belah pihak.
- Pembeli dapat menghemat waktu dalam mendapatkan barang.
- Penjual tidak perlu menyewa sebuah space toko atau gerai yang berlokasi strategis untuk
memajang produk dan agar lebih laku produk kita dan memiliki banyak pelanggan.
- Penjual bisa memajang buka took selama 7 x 24 jam, karena tidak terbatas waktu, dan
bisa mendapatkan pelanggan dari mana saja.

Kerugian dalam transaksi di took online adalah :
- Kesesuaian barang biasanya membuat pelanggan kecewa dengan produk yang telah dia
beli karena tidak sesuai dengan barang yang ada di dalam foto di website, hal ini karena
pembeli tidak bisa melihat kondisi barang secara langsung.
- Proses pengurusan garansi yang tidak jelas, dan kadang sulit.
- Kepercayaan menjadi modal utama dalam transaksi, akan tetapi saat ini terjadi krisis
kepercayaan di masyarakat Indonesia sendiri.
- Reputasi toko online yang buruk untuk wilayah Indonesia sendiri.

Sumber : Universitas Pasundan

BISNIS ONLINE (ONLINE SHOP)


Online shopping atau belanja online via internet, adalah suatu proses pembelian
barang atau jasa dari mereka yang menjual melalui internet. Sejak kehadiran internet,
para pedagang telah berusaha membuat toko online dan menjual produk kepada
mereka yang sering menjelajahi dunia maya (internet). Para pelanggan dapat
mengunjungi toko online (online store) dengan mudah dan nyaman, mereka dapat
melakukan transaksi di rumah, sambil duduk di kursi mereka yang nyaman di depan
computer.
Bisnis online adalah juga sama seperti kegiatan bisnis yang kita kenal sehari-hari.
Bedanya dalam bisnis online ini adalah segala kegiatan bisnis dilakukan secara online
dengan menggunakan media internet.
Bila saat ini teman-teman memiliki sesuatu yang dapat dibisniskan dalam kehidupan
sehari-hari, maka kemungkinan besar teman-teman dapat juga membuka bisnis
tersebut di dunia maya. Misalnya teman-teman memiliki usaha sablon kaos dan
selama ini kaos tersebut dipajang di outlet teman-teman di pinggir jalan, maka
kemungkinan besar teman-teman dapat mengembangkan usaha tersebut dengan
membuka toko kaos sablon di dunia maya. Bila demikian, maka teman sudah
menjalankan yang namanya “bisnis online”.
Pada dasarnya konsumen mereka dapat membeli barang apa saja dari toko
online. Berbagai produk tersedia, mulai dari buku, pakaian, alat rumah
tangga, mainan, perkakas, software dan bahkan asuransi. Itu pun hanya merupakan
sebagian kecil dari ribuan produk yang dapat dibeli oleh konsumen melalui internet.

Tujuan dan Manfaat Bisnis Online

A. Tujuan :
a. Mendapatkan penghasilan : Saat awal memulainya mungkin hanya
berniat menjadikan bisnis online sebagai sampingan. Tapi jika kita mau
mengembangkan usaha kita untuk lebih banyak variasi produk / barang
maka ketika mulai menikmati hasilnya yang melimpah, kita akan beralih
menjadikannya sebagai pekerjaan utama. Dan mungkin mengundurkan diri
dari pekerjaan offline kita.
b. Mendapatkan pengunjung : Besar pengunjung suatu situs web
berbanding lurus dengan uang yang anda dapatkan.
c. Membangun komunitas : Adanya perkumpulan atau komunitas produk
kita sangat penting. Karena dengan begitu, mereka ikut menjadi motor
penggerak kemajuan bisnis online kita. Semakin besar komunitas online
kita, otomatis semakin maju bisnis kita.
d. Berkomunikasi : Kita harus mampu memastikan tampilan dan isi web
kita dapat di mengerti dengan baik oleh customer.Begitu juga cara
bekomunikasi nya.
e. Mendapatkan Iklan : Kita juga bisa mendapatkan penghasilan dari
pengiklan.selain dari pembeli kita juga bisa mendapatkan hasil dari para
pengiklan.

B. Manfaat :
a. Menentukan suatu bisnis, dalam artian segala bisnis yang ada bisa di
kembangkan, asalkan tidak melanggar aturan-aturan yang telah di
tentukan. Karena bila hal itu dilanggar, bisa mengakibatkan bisnis yang
anda kelola di dampart oleh penyedia layanan akses internet.
b. Jaringan dalam mengirim dan menerima informasi sangat luas serta
dalam bertransaksi pun juga mudah.Kita bisa melakukan research di
berbagai kota,provinsi dan negara-negara yang ada.
c. Peluang kita untuk menjadi pembisnis online profesional pun bisa
terealisasikan.Kita bisa menciptakan usaha-usaha yang kita
miliki,membuka jasa,dan bahkan kita dapat membuat perusahaan bisnis
online sendiri.

Rabu, 19 Desember 2012

7 strategi taktis untuk sukses dalam E-Business

7 strategi taktis untuk sukses dalam e-Business :

1. Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang fokus dari masing-masing manajer produk.

2. Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa teks jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar.

3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.

4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan melalui e-mail atas dasar persetujuan.

5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan yang informatif.

6. Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara online.

7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi langsung.

Begitulah cara agar sukses dalam ber E-BUSINESS
Semoga bermanfaat.

Sumber : http://ronievidrock.blogspot.com/2012/03/7-strategi-taktis-untuk-sukses-dalam-e.html