Jumat, 21 Desember 2012

E-mall


Elektronic Mall (E-Mall) adalah Pusat Pertokoan Elektronik yang menyediakan fasilitas mirip dengan mall di dunia nyata, pada mall eletronik ini ditampilkan produk-produk dari berbagai toko, dan jika pengunjung mall tersebut tertarik untuk membeli, pada mall elektronik ini juga disediakan berbagai fasilitas sampai termasuk transaksi. Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit dan pengirimin barang melalui pos atau jasa kurir. Dengan kata lain, E-mall adalah web site yang menampilkan katalog elektronik maupun barang-barang lainnya dari beberapa pemasok, dan biaya komisi dari mereka untuk pendapatan penjualan dihasilkan di situs tersebut.

Kelebihan E-mall
Akses luas. Dengan terhubung lewat internet maka dapat mengkses semua barang yang diinginkan yang ditawarkan di internet tersebut serta waktu yang tidak terbatas. Karena pada waktu kapan pun asalkan kita terhubung dengan internet, kita bisa mengaksesnya tanpa ada batasan hari libur atau semacamnya
Hemat. Hemat meliputi hemat waktu, biaya, dan tenaga. Karena dengan E-mall kita sebagai konsumen akan mudah mendapatkan apa yang kita inginkan hanya dengan mengakses internet. Tanpa mencari lokasi toko kita bisa langsung memesan apa yang kita butuhkan.

Kekurangan E-mall
Tidak dapat mengetahui bentuk asli barang secara langsung. Karena yang ditampilkan berupa foto dan detail produk, maka kita tidak mengetahui bentuk asli barang tersebut seperti apa. Waktu pengiriman. Waktu pengiriman tidak selalu tepat waktu.
Keamanan. Karena biasanya pembayaran dilakukan dengan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening tertentu, hal ini bisa dimanfaatkan pihak yang bertanggung jawab untuk menyalahgunakan hal tersebut.

Terdapat 4 jenis e-mall :
1. General stores/malls
General stores/mall merupakan e-mall yang menyediakan berbagai jenis barang, mulai dari barang yang berbentuk misalnya buku, ataupun barang yang tidak berbentuk misalnya program atau software. Contoh dari jenis e-mall ini adalah amazon.com, choicemall.com, shop4.com. Berikut merupakan gambaran sederhana dari amazon.com


2. Specialized stores/malls
Specialized stores merupakan salah satu bentuk e-mall yang menjual suatu lini barang tertentu saja. Contoh dari e-mall ini adalah amazon.com, awalnya amazon.com memulai usahanya dengan hanya menjual buku saja, namun saat ini telah berkembang dan tidak hanya menjual buku saja tetapi sudah mampu menjual berbagai jenis barang. Di Indonesia juga terdapat jenis e-mall ini, contohnya adalah toko Gramedia, seperti kita ketahui Gramedia merupakan salah satu toko buku besar di Indonesia, saat ini Gramedia tidak hanya menjual buku mereka secara manual (melalui cabang-cabang toko) saja tetapi juga melalui media internet. Gramedia memiliki situs sendiri yang berfungsi sebagai e-mall sehingga konsumen dapat melihat buku apa saja yang dijual oleh gramedia, kemudian melakukan transaksi jual-beli. Berikut merupakan tampilan dari situs gramedia.com








3. Regional versus global stores
Regional store merupakan toko yang hanya melayani suatu daerah tertentu saja, contohnya adalahi e-grocers atau penjual furnitur, melayani customer yang berada pada lingkungannya saja contoh lain misalnya parknshop.com hanya melayani hongkong. Berbeda dengan regional strores, global strores bersifat lebih global dalam perdagangannya dan jenisnya dapat berupa General stores ataupun Specialized stores, contoh dari jenis global strores seperti amazan.com choicemall.com, shop4.com.

4. Pure online organizations versus click-and-mortar stores
Pure online organizations merupakan jenis stores yang hanya focus pada aktivitas online saja tanpa menggabungkannya dengan aktivitas offline contoh dari store ini adalah softpedia.com yang merupakan situs yang menjual bermcam-macam software, contoh lain adalah sciencedirect.com yang merupakan situs yang menjual bermacam-macam jurnal secara online.
Clik and mortar stores merupakan salah satu dari bentuk toko yang menggabungkan antara system online dan offline. Contoh dari jenis toko ini adalah wal-mart. Cara kerja toko ini sebagai berikut, konsumen dapat memesan barang yang dibutuhkan melalui media online yaitu internet. Kemudian konsumen mengambil barang tersebut langsung ke toko tersebut ataupun dapat melalui system delivery order. Salah satu keunggulan dari toko ini adalah konsumen dapat melihat barang-barang yang dijual beserta harganya. Di Indonesia jenis toko ini diaplikasi oleh toko buku gramedia.

Sumber :
http://puputchandra.wordpress.com/2009/03/19/e-mall/
http://irwan-prasetya.blogspot.com/2011/01/e-mall.html
 

Perkembangan e-commerce di Indonesia


Saat ini dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan internet di indonesia, telah memiliki dampak yang besar terhadap perubahan bisnis. Yaitu mulai dari cara beriklan, cara jual beli, cara berinteraksi antar manusia, dan sebagainya. Contoh e-commerce di Indonesia yang sudah popular dan memiliki reputasi yang baik adalah seperti www.bhineka.com, www.blibli.com, www.gramedia.com, E-commerce adalah sebuah layanan internet yang dimanfaatkan untuk jual-beli. Dengan ecommerce telah banyak merubah dalam proses jual-beli. Jika dalam suatu jual-beli penjual dan pembeli bertemu, namun jika dengan e-commerce mereka tidak perlu bertemu, mereka berinteraksi dengan melalui internet maupun dengan komunikasi melalui telepon. Dalam proses ini kepercayaanlah yang menjadi modal utama. Karena tanpa kepercayaan kedua belah pihak, maka proses jual-beli e-commerce bisa terjadi dan terlaksana. Namun dengan perkembangan yang semakin pesat, maka banyak toko online / e-commerce bermunculan. Baik mereka dengan memanfaatkan blog, social media, website. Dengan pesatnya ini membuat semakin mudahnya dalam jual beli.

Dalam perkembangannya saat ini dengan banyaknya bermunculan toko online. Sehingga banyak yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan pribadi dengan melakukan penipuan. Pada awal 2010-2011 banyak bermunculan toko online palsu baik melalui website maupun jejaring sosial. Mereka menjanjikan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga normal. Dalam prakteknya biasanya mereka meminta transfer 50% di awal. Dan berjanji akan mengirimkan barangnya segera, akan tetapi esok harinya mereka meminta pelunasan dengan alasan ada masalah di bea cukai ataupun administrasi. Dan berjanji akan mengirimkannya secepatnya. Akan tetapi setelah pelunasan terjadi oleh pihak pembeli. Maka si penjual langsung menon aktifkan no ponsel yang dipakai untuk berhubungan dengan pembeli tadi. Dengan melihat banyaknya kasus di atas maka seharusnya pihak pemerintah melakukan regulasi atau aturan tentang toko online. Hal ini bisa dengan pendaftaran atau pendataan toko online dengan aturan khusus.


Adapun tips untuk agar terhindar dari penipuan atau toko online palsu adalah :
- memastikan dengan mencari info tentang kebenaran web tersebut.
- melakukan testimony di forum maupun mailist tentang toko online tersebut.
- memastikan toko tersebut memiliki reputasi yang baik,termasuk dalam purna jual / garansi.
- jika toko tersebut memiliki fasilitas dari sebuah atau beberapa bank dalam pembayaran, misal klikpay dari bank BCA, atau pembayaran dengan kartu kredit. Maka bisa dipastikan toko tersebut benar dan memiliki reputasi yang baik juga.

Keuntungan dalam transaksi di toko online adalah :
- Pembeli dengan mudah mendapatkan barang tanpa pergi ke toko, dan melakukan penawaran terhadap suatu barang, karena bisa dengan langsung melakukan penawaran harga terhadap suatu barang sebelum terjadi harga yang sesuai dengan kedua belah pihak.
- Pembeli dapat menghemat waktu dalam mendapatkan barang.
- Penjual tidak perlu menyewa sebuah space toko atau gerai yang berlokasi strategis untuk
memajang produk dan agar lebih laku produk kita dan memiliki banyak pelanggan.
- Penjual bisa memajang buka took selama 7 x 24 jam, karena tidak terbatas waktu, dan
bisa mendapatkan pelanggan dari mana saja.

Kerugian dalam transaksi di took online adalah :
- Kesesuaian barang biasanya membuat pelanggan kecewa dengan produk yang telah dia
beli karena tidak sesuai dengan barang yang ada di dalam foto di website, hal ini karena
pembeli tidak bisa melihat kondisi barang secara langsung.
- Proses pengurusan garansi yang tidak jelas, dan kadang sulit.
- Kepercayaan menjadi modal utama dalam transaksi, akan tetapi saat ini terjadi krisis
kepercayaan di masyarakat Indonesia sendiri.
- Reputasi toko online yang buruk untuk wilayah Indonesia sendiri.

Sumber : Universitas Pasundan

BISNIS ONLINE (ONLINE SHOP)


Online shopping atau belanja online via internet, adalah suatu proses pembelian
barang atau jasa dari mereka yang menjual melalui internet. Sejak kehadiran internet,
para pedagang telah berusaha membuat toko online dan menjual produk kepada
mereka yang sering menjelajahi dunia maya (internet). Para pelanggan dapat
mengunjungi toko online (online store) dengan mudah dan nyaman, mereka dapat
melakukan transaksi di rumah, sambil duduk di kursi mereka yang nyaman di depan
computer.
Bisnis online adalah juga sama seperti kegiatan bisnis yang kita kenal sehari-hari.
Bedanya dalam bisnis online ini adalah segala kegiatan bisnis dilakukan secara online
dengan menggunakan media internet.
Bila saat ini teman-teman memiliki sesuatu yang dapat dibisniskan dalam kehidupan
sehari-hari, maka kemungkinan besar teman-teman dapat juga membuka bisnis
tersebut di dunia maya. Misalnya teman-teman memiliki usaha sablon kaos dan
selama ini kaos tersebut dipajang di outlet teman-teman di pinggir jalan, maka
kemungkinan besar teman-teman dapat mengembangkan usaha tersebut dengan
membuka toko kaos sablon di dunia maya. Bila demikian, maka teman sudah
menjalankan yang namanya “bisnis online”.
Pada dasarnya konsumen mereka dapat membeli barang apa saja dari toko
online. Berbagai produk tersedia, mulai dari buku, pakaian, alat rumah
tangga, mainan, perkakas, software dan bahkan asuransi. Itu pun hanya merupakan
sebagian kecil dari ribuan produk yang dapat dibeli oleh konsumen melalui internet.

Tujuan dan Manfaat Bisnis Online

A. Tujuan :
a. Mendapatkan penghasilan : Saat awal memulainya mungkin hanya
berniat menjadikan bisnis online sebagai sampingan. Tapi jika kita mau
mengembangkan usaha kita untuk lebih banyak variasi produk / barang
maka ketika mulai menikmati hasilnya yang melimpah, kita akan beralih
menjadikannya sebagai pekerjaan utama. Dan mungkin mengundurkan diri
dari pekerjaan offline kita.
b. Mendapatkan pengunjung : Besar pengunjung suatu situs web
berbanding lurus dengan uang yang anda dapatkan.
c. Membangun komunitas : Adanya perkumpulan atau komunitas produk
kita sangat penting. Karena dengan begitu, mereka ikut menjadi motor
penggerak kemajuan bisnis online kita. Semakin besar komunitas online
kita, otomatis semakin maju bisnis kita.
d. Berkomunikasi : Kita harus mampu memastikan tampilan dan isi web
kita dapat di mengerti dengan baik oleh customer.Begitu juga cara
bekomunikasi nya.
e. Mendapatkan Iklan : Kita juga bisa mendapatkan penghasilan dari
pengiklan.selain dari pembeli kita juga bisa mendapatkan hasil dari para
pengiklan.

B. Manfaat :
a. Menentukan suatu bisnis, dalam artian segala bisnis yang ada bisa di
kembangkan, asalkan tidak melanggar aturan-aturan yang telah di
tentukan. Karena bila hal itu dilanggar, bisa mengakibatkan bisnis yang
anda kelola di dampart oleh penyedia layanan akses internet.
b. Jaringan dalam mengirim dan menerima informasi sangat luas serta
dalam bertransaksi pun juga mudah.Kita bisa melakukan research di
berbagai kota,provinsi dan negara-negara yang ada.
c. Peluang kita untuk menjadi pembisnis online profesional pun bisa
terealisasikan.Kita bisa menciptakan usaha-usaha yang kita
miliki,membuka jasa,dan bahkan kita dapat membuat perusahaan bisnis
online sendiri.

Rabu, 19 Desember 2012

7 strategi taktis untuk sukses dalam E-Business

7 strategi taktis untuk sukses dalam e-Business :

1. Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang fokus dari masing-masing manajer produk.

2. Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa teks jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar.

3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.

4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan melalui e-mail atas dasar persetujuan.

5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan yang informatif.

6. Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara online.

7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi langsung.

Begitulah cara agar sukses dalam ber E-BUSINESS
Semoga bermanfaat.

Sumber : http://ronievidrock.blogspot.com/2012/03/7-strategi-taktis-untuk-sukses-dalam-e.html

Perbedaan B2B, B2C, B2E , B2G

B2B ( Bussines to Bussines )

B2B adalah transaksi secara elektronik antara entitas atau obyek bisnis yang satu ke obyek bisnis lainnya, dapat disimpulkan B2B adalah :
  • Disebut juga transaksi antar perusahaan
  • Transaksinya menggunakan EDI dan email untuk pembelian barang dan jasa, informasi & konsultasi
  • Digunakan untuk pengiriman dan permintaan proposal bisnis.
keterangan :

EDI - singkatan dari Electronic Data Interchange sebenarnya adalah sebuah metode pertukaran dokumen bisnis antar aplikasi komputer - antar perusahaan/instansi secara elektronis dengan menggunakan format standar yang telah disepakati.

B2C (Bussines to Consument )
 adalah kegiatan E-businesses dalam pelayanan secara langsung kepada konsumen melalui barang atau jasa.
Dengan penjualan langsung di internet dan pemesanan dapat langsung dilakukan oleh konsumen karena biaya sudah tercantum. kelebihan dari B2c adalah sebagai berikut :
  • Disebut dengan transaksi pasar
  • Konsumen m’pelajari produk yang ditawarkan melalui publikasi
  • Membeli dengan electronic cash & sistem secure payment
  • Memintaagar barang dikirimkan
B2E ( Bussines to Employee )
 B2E adalah layanan yang disediakan sebuah perusahaan pada karyawannya untuk memudahkan urusan karyawan dengan perusahaan. Misalkan seorang karyawan yang ingin mengambil cuti, tidak perlu lagi menghadap bagian kepegawaian. Ia dapat mengakses situs resmi perusahaan dan mengajukan permohonan cuti tersebut. Atau seorang karyawan yang ingin mendapatkan tunjangan kesehatan karena dirawat di rumah sakit, cukup mengakses situs resmi perusahaan dan mengisi formulir secara online.


B2G (Business to Governance) 

B2 Governance adalah pemakaian Aplikasi Internet pada lingkungan pemerintahan yang dikenal dengan e-government.
kegagalan e-government di sejumlah negara yang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: ketidaksiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana teknologi informasi, serta kurangnya perhatian dari pihak-pihak yang terlibat langsung.

B2 Governance adalah penggunaan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif, serta memberikan pelayanan yang transparan dan memuaskan kepada masyarakat. Semua organisasi pemerintahan akan terpengaruh oleh perkembangan e-government ini. E-government dapatlah digolongkan dalam empat tingkatan.
Tingkat pertama adalah pemerintah mempublikasikan informasi melalui website. 
Tingkat kedua adalah interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail.
Tingkat ketiga adalah masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara
timbal balik.
Level terakhir adalah integrasi di seluruh kantor pemerintahan, di mana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama.


Sumber :
http://k-dew.blogspot.com/2010/01/pengertian-b2b-b2c-c2cb2b2cb2e-dalam.html
http://vebie.blogspot.com/2009/11/b2g-business-to-governance.html
www.sim.co.id 

Sistem Keamanan e-Business

Secara alami, sistem keamanan e-Business lebih beresiko dibandingkan bisnis tradisional, oleh karena itu penting untuk melindungi sistem keamanan e-Business dari resiko-resiko yang ada. Jumlah orang yang dapat mengakses e-Business melalui internet jauh lebih besar dibanding yang mengakses bisnis tradisional. Pelanggan, pemasok, karyawan, dan pengguna lain banyak menggunakan sistem e-Business tertentu setiap hari dan mengharapkan rahasia dari informasi mereka tetap aman. Hacker adalah salah satu ancaman besar bagi keamanan e-Business. Beberapa hal yang menjadi perhatian pada keamanan sistem e-Business adalah pribadi dan rahasia, keabsahan data, dan integritas data. Beberapa metode untuk melindungi keamanan e-Business dan menjaga informasi tetap aman adalah menjaga keamanan fisik serta penyimpanan data, transmisi data, perangkat lunak anti-virus, firewall, dan enkripsi.


Masalah Keamanan e-Business
Kerahasiaan dan Pribadi

Kerahasiaan adalah sejauh mana suatu bisnis menyediakan informasi pribadi yang tersedia untuk bisnis lain dan individu lain. Bisnis apapun harus menjaga kerahasiaan informasi agar tetap aman dan hanya dapat diakses oleh penerima yang dimaksud. Untuk menjaga informasi tetap aman dan terjaga, setiap catatan transaksi dan berkas lain perlu dilindungi dari akses yang tidak sah, serta memastikan transmisi data dan penyimpanan informasi yang aman. Cara enkripsi dan firewall adalah yang mengatur sistem ini.

Keabsahan Data

Transaksi e-Business memiliki tantangan yang lebih besar untuk membangun keabsahan karena data dari internet sangat mudah untuk diubah dan disalin. Kedua belah pihak yang terkait dalam e-Business sama-sama ingin memastikan keaslian masing-masing rekan, terutama jika salah satu pihak akan melakukan pemesanan dan transaksi pembayaran elektronik. Salah satu cara yang umum untuk memastikan hal ini adalah dengan membatasi akses ke jaringan Internet dengan menggunakan teknologi Virtual Private Network. Pembuktian keabsahan yang lebih rumit adalah dengan adanya kata kunci rahasia atau pin, kartu kredit, dan pengenalan suara. Sebagian besar transaksi e-Business diverifikasi dengan memeriksa kartu kredit dan nomor kartu kredit pembeli.

Integritas Data

Integritas data menjawab pertanyaan "Dapatkah informasi diubah atau dirusak dengan berbagai cara?". Hal ini mengarah pada jaminan kesamaan pesan yang diterima dengan pesan yang dikirim. Sebuah bisnis perlu merasa yakin bahwa data tidak diubah dalam perjalanan, baik sengaja atau karena kecelakaan. Untuk membantu integritas data, firewall melindungi data yang disimpan terhadap akses yang tidak sah, seraya menyimpan data cadangan yang mungkin berguna untuk pemulihan data.

Tanpa Penyangkalan

Hal ini berkaitan dengan adanya bukti dalam transaksi. Sebuah bisnis harus memiliki jaminan bahwa pihak yang menerima atau pembeli tidak dapat menyangkal bahwa transaksi telah terjadi, dan ini berarti memiliki bukti yang cukup untuk membuktikan transaksi. Salah satu cara untuk mengatasi penyangkalan ini adalah menggunakan tanda tangan digital. Sebuah tanda tangan digital tidak hanya memastikan bahwa pesan atau dokumen elektronik telah ditandatangani oleh seseorang, tapi karena tanda tangan digital hanya dapat dibuat oleh satu orang, juga menjamin bahwa orang ini tidak dapat menyangkal di kemudian waktu bahwa mereka memberikan tanda tangan mereka.

Kontrol Akses

Ketika suatu sumber data dan informasi elektronik hanya terbatas pada beberapa individu yang berwenang, pelaku bisnis dan pelanggannya harus memiliki jaminan bahwa tidak ada orang lain dapat mengakses informasi tersebut. Ada beberapa teknik untuk mengatur kontrol akses ini, yaitu firewall, hak akses, identifikasi pengguna dan teknik otentikasi (seperti password dan sertifikat digital), Virtual Private Network (VPN), dan banyak lagi.

Ketersediaan Layanan

Hal ini secara khusus berhubungan dengan penyediaan layanan dan informasi bagi pelanggan bisnis. Pesan harus disampaikan dalam cara yang dapat diandalkan dan tepat waktu, dan informasi harus dapat disimpan dan diambil sesuai kebutuhan. Karena ketersediaan layanan penting untuk semua website e-Business, langkah-langkah tertentu harus diambil untuk mencegah gangguan layanan oleh peristiwa-peristiwa seperti listrik padam dan kerusakan infrastruktur fisik. Contohnya, tersedianya data cadangan, sistem pemadaman api, sistem Uninterrupted Power Supply (UPS), perlindungan virus, serta memastikan bahwa ada kapasitas yang memadai untuk menangani kesibukan yang ditimbulkan oleh lalu lintas jaringan yang berat.


Keamanan Umum untuk Sistem e-Business

Berbagai bentuk keamanan ada untuk e-Business. Beberapa pedoman keamanan umum termasuk daerah di keamanan fisik, penyimpanan data, transmisi data, pengembangan aplikasi, dan sistem administrasi.

Keamanan Fisik

Meskipun e-Business dilakukan secara online, tetapi perlu ada langkah-langkah keamanan fisik yang diambil untuk melindungi bisnis secara keseluruhan, gedung tempat server dan komputer harus dilindungi dan memiliki akses terbatas pada karyawan dan orang lain. Misalnya, ruangan tersebut hanya memungkinkan pengguna yang berwenang untuk masuk, dan harus memastikan bahwa jendela, langit-langit, saluran udara yang besar, dan lantai bertingkat tidak mengizinkan akses mudah ke orang yang tidak sah. Lebih baik untuk menyimpan unit-unit penting di ruangan tertutup yang ber-AC. Berjaga-jaga terhadap lingkungan sama pentingnya dengan menjaga keamanan fisik dari pengguna yang tidak sah. Ruangan dapat melindungi peralatan terhadap banjir dengan menjaga semua peralatan tidak bersentuhan langsung dengan lantai. Selain itu, ruangan harus tersedia sistem pemadam api jika terjadi kebakaran. Organisasi harus memiliki rencana penanganan kebakaran jika muncul situasi yang seperti ini. Selain menjaga keamanan server dan komputer, keamanan fisik dari informasi yang bersifat rahasia juga penting. Informasi klien seperti nomor kartu kredit, cek, nomor telepon, dan juga termasuk semua informasi pribadi organisasi. Mengunci salinan fisik dan elektronik di laci atau lemari merupakan salah satu tambahan keamanan. Pintu dan jendela yang mengarah ke daerah ini juga harus aman terkunci. Karyawan yang mempunyai akses menggunakan informasi ini hanyalah sebagai bagian dari pekerjaan mereka.

Penyimpanan Data

Menyimpan data dengan cara yang aman adalah sangat penting untuk semua bisnis, tetapi terutama untuk e-Business di mana sebagian besar data yang disimpan secara elektronik. Data yang bersifat rahasia tidak boleh disimpan pada server e-Business, tapi sebaiknya dipindahkan ke komputer lain untuk disimpan. Jika perlu, mesin ini tidak boleh langsung terhubung ke internet, dan juga harus disimpan di tempat yang aman. Informasi tersebut harus disimpan dalam format yang terenkripsi. Setiap informasi yang sangat sensitif tidak boleh disimpan jika mungkin. Jika ada data yang tidak terlalu penting, simpanlah di beberapa mesin atau sistem yang tidak mudah diakses. Langkah-langkah keamanan tambahan harus diambil untuk melindungi informasi ini (seperti kunci pribadi) jika memungkinkan. Selain itu, informasi hanya harus disimpan untuk jangka waktu yang singkat, dan setelah tidak lagi diperlukan harus dihapus untuk mencegah jatuh ke tangan yang salah. Demikian pula, cadangan data dan salinan informasi harus disimpan yang aman dengan langkah-langkah keamanan yang sama seperti informasi yang asli. Setelah cadangan tidak lagi diperlukan, harus dihancurkan secara hati-hati dan menyeluruh.

Transmisi Data dan Pengembangan Aplikasi

Semua informasi penting yang akan dikirim harus dienkripsi. Pihak pebisnis dapat memilih untuk menolak klien yang tidak dapat menerima tingkat enkripsi. Informasi rahasia dan sensitif sebaiknya juga tidak pernah dikirim melalui e-mail. Jika itu harus, maka harus dienkripsi juga. Mentransfer dan menampilkan informasi yang aman harus dijaga seminimal mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan tidak menampilkan nomor kartu kredit secara penuh. Hanya beberapa nomor yang dapat ditampilkan, dan perubahan informasi ini dapat dilakukan tanpa menampilkan nomor lengkap. Hal ini juga harus memungkinkan pengguna untuk mengambil informasi secara online.

Sistem Administrasi

Keamanan pada sistem operasi dasar harus cepat ditingkatkan. Tambahan dan pembaharuan perangkat lunak harus diterapkan secara tepat waktu. Perubahan sistem konfigurasi semua harus disimpan dalam daftar berkas dan segera diperbarui. Sistem administrator harus terus mengawasi kegiatan yang mencurigakan dalam bisnis dengan memeriksa daftar berkas dan meneliti berulang-ulang kegagalan yang tercatat dalam berkas. Mereka juga bisa memantau sistem e-Business mereka dan mencari setiap celah di keamanan. Hal ini penting untuk menguji apakah rencana keamanan sudah tepat dan bisa benar-benar bekerja.

Solusi Keamanan
Ketika datang ke solusi keamanan, ada beberapa tujuan utama yang harus dipenuhi. Tujuan ini adalah data integritas, otentikasi kuat, dan privasi.

Sumber : http://carina-m--feb10.web.unair.ac.id/artikel_detail-39777-Education-ebusiness.html

Peranan e-Auction Dalam Pelelangan Barang dan atau Jasa



E-Auction adalah layanan lelang electronic untuk penjualan (forward auction) dan pengadaan (reverse auction) barang antar perusahaan (Business to Business) berbasis web (internet).
Layanan e-Auction merupakan bagian dari layanan e-procurement, dapat diakses melalui situs www.jalintrade.com.

Layanan e-Auction mulai beroperasi pada akhir 2002. Secara bertahap modul-modul e-auction dilengkapi dengan modul-modul baru sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar. Modul lengkap e-procurement (dimana auction termsuk di dalamnya) sudah siap pada akhir 2004.


Penyelenggaraan suatu event e-Auction melibatkan :
Originator : Pembeli sekaligus sebagai penyelenggara Event Auction.
Bidder : Suplier yang diundang oleh Originator untuk mengikuti suatu event auction.

Originator membuat persiapan event auction dari terminal yang dimilikinya dengan akses melalui internet. Pada saat pelaksanaan event auction, suplier (Vendor) melalui terminal yang berada di lokasi remote atau di ruang khusus bidding. Setiap kegiatan yang sedang berlangsung dalam event e-auction tersebut dapat di monitor oleh Originator melalui terminal yang berada dalam ruang kontrol.

Standar Layanan
E-auction memiliki standar layanan sebagai berikut :
Mampu menangani forward maupun reverse Auction.
Mampu menangani 8 jenis auction (English, Yankee, Multi Variable Bidding, etc.) dengan variabel lelang beragam (price, delivery, warranty, etc ) sampai +/- 15 jenis variabel atau lebih yang ditentukan sendiri panitia lelang.
Mampu menerbitkan report event auction segera setelah event selesai dilaksanakan.
Mampu terhubung ke marketplace lainnya di dunia.
Web based.

BackgroundTeknologi
e-Auction menggunakan perangkat lunak berlisensi dari Commerce One (salah satu provider layanan e-procurement/auction terkemuka di dunia. Untuk mengakomodasi coverage layanan yang seluas mungkin dengan kemudahan akses, maka layanan e-Auction dibuat berbasiskan web.

Segmentation, Targetting, Positioning, Differentiation
Segmentasi :
Pelanggan e-Auction adalah perusahaan-perusahaan di Indonesia yang berminat untuk mereduksi biaya proses pengadaan barang dan jasanya.. Perusahaan dari berbagai sektor industri tersebut disegmentasikan dalam 3 (tiga) kelompok berdasarkan besarnya anggaran pengadaannya dalam satu tahun, yaitu :
Small : anggaran <= USD 10.000.000
Medium : USD 10.000.000 < anggaran <= USD50.000.000
Large : Anggaran >= USD 50.000.000
Targetting :
Berkaitan dengan program pemerintah untuk menerapkan budaya ‘good corporate governance’ di BUMN, maka target utama pelanggan e-Auction adalah BUMN-BUMN besar, seperti Telkom, Garuda, Jasa Marga dll. Targetkan berikutnya adalah perusahaan-perusahaan Minyak dan Gas dan juga institusi financial seperti Bank Indonesia, Bank BNI dll.
Positioning :
Layanan e-Auction diposisikan sebagai layanan dengan coverage nasional dan global yang dapat mengakomodasi berbagai macam jenis auction.
Differentiation :
Produk e-Auction mempunyai keunggulan yang membedakan layanannya dengan produk sejenis, yaitu selain dapat melakukan forward dan reverse auction juga didukung dengan 8 jenis auction (Yankee, English, English (No Ties), Open, Sealed, Dynamic Sealed, Dutch, Multi Variable Bidding). Jumlah variable yang dapat diakomodasi tidak terbatas (unlimited)

Sumber : http://mandorkawat2009.wordpress.com/2009/10/10/peranan-e-auction-dalam-pelelangan-barang-dan-atau-jasa/